KM Bali 1, Dompu-Menanggapi sejumlah laporan masyarakat yang mengeluhkan kekhawatirannya terhadap penampakan sampah medis yang ikut terbuang bersama sampah biasa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah seperti di Desa Bara Kecamatan Woja, Dinas Lingkungan Hidup kini mulai serius menyoroti program pengelolaan Sampah Medis di setiap instansi pelayanan Kesehatan public di Kabupaten Dompu terutama RSUD Dompu, Puskesmas, dan Klinik Kesehatan.
Sampah Medis yang termasuk kedalam kelas sampah berbahaya yang memerlukan penanganan khusus dalam pengelolaannya. Hal ini diungkapkan Kabid Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Dompu Andi Bakhtiar kepada Wartawan di ruang kerjanya Jum’at, (9/6) lalu. Pengelolaan sampah ini harus sesuai dengan Peraturan yang berlaku yakni PP Nomor 18 tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
Namun Andi Bakhtiar meyakini bahwa pengelolaan limbah medis yang juga termasuk dalam kelas B3 berdasarkan peraturan PP nomor 18 tahun 1999 tersebut, oleh instansi pelayanan kesehatan public seperti RSUD, Puskesmas, dan klinik di Kabupaten Dompu masih diragukan.
Sejauh pantauan pihaknya, Andi Bakhtiar menilai RSUD, Puskesmas atau pun klinik yang beroperasi di Kabupaten Dompu belum ada yang mampu mengelola limbah medisnya. “Dari referensi kami, di Dompu ini ada Rumah Sakit Umum, Puskesmas dan Klinik. Semuanya itu sepengetahuan kami belum ada yang mampu mengolah limbahnya dengan baik”, Kata Andi.
Meskipun RSUD Dompu sudah memiliki Insenerator sebagai tempat pengolahan limbah Medis Padat, namun menurut Andi RSUD tetap tidak dapat mengolah limbah medisnya sendiri karena harus terlebih dahulu memiliki izin pengolahan limbah B3 ini dari Kementerian Lingkungan Hidup. “Betul, tiap Rumah Sakit punya Insenerator. Tetapi Incenerator itu harus ada izin pengolahannya dari kementerian”, jelas Andi Bakhtiar.
Sementara itu, PLT Kepala Dinas Kesehatan Dompu Gatot Gunawan saat dikonfirmasi, menanggapi persoalan Pengelolaan sampah Medis di Puskesmas yang dinaungi instnsinya itu mengatakan bahwa limbah medis yang dihasilkan oleh Puskesmas tidak begitu banyak sehingga tidak terlalu berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.
Penyakit-penyakit yang biasanya ditangani oleh Pihak Puiskesmas menurut Gatot rata-rata bukan penyakit yang begitu berbahaya, karena kalu penyakitnya terlalu parah biasanya pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit.
Pada kesempatan berbeda Sekretaris RSUD Dompu Julkarnain menggapi biasa saja persoalan sampah medis ini. Dirinya menganggap tidak ada masalah dengan Sampah medis yang selama ini dihasilkan oleh RSUD Dompu. Zulkarnain menjelaskan terkait pengelolaan sampah medis padat, pihaknya sudah menyediakan kantongan sampah khusus untuk membuang sampah medis tersebut seperti botol infuse, jarum suntik dan sejenisnya. Setelah dikumpulkan, sampah medis padat tersebut diolah menggunakan Incenerator. Sedangkan limbah cair langsung dialirkan ke sungai setelah sebelumnya diolah melalui IPA. “di IPA itu ada Kolam ikan. Kolam berisi ikan tersebut dijadikan sebagai penguji tingkat bahaya limbanya. Kalu ikannya hidup kan artinya limbah cairnya tidak berbahaya”, ujar Julkarnain.
Terkait limbah cair Julkarnain mengungkapkan bahwa pihaknya secara rutin mengirim sampel limbah RSUD ini ke laboratorium di mataram untuk diuji tingkat pencemarannya. Namun hasil tes menyatakan limbah yang dihasilkan tersebut tidak berbahaya. “kalau masalah limbah cair, sudah ada sampel kita kirim ke Laboratorium mataram.hasilnya tidak mengandung bakteri ekoli dan semacamnya. Sehingga kami yakin tidak ada limbah kami yang menimbulkan efek negative pada tubuh manusia”, Jelasnya.
Lebih jauh, Julkarnain mengatakan pihaknya menyambut baik apabila Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup mau berkunjung dan melakukan serangkaian uji terhadap tingkat pencemaran limbah khususnya di RSUD Dompu. “kalau Pihak Lingkungan Hidup mau berkunjung ke RSUD malah lebih bagus, untuk melaihat keadaan pengelolan sampah di Rumah sakit. Sekaligu sebagai control juga kan”, katanya.[Oz]
KM Bali 1 Dompu - Sejumlah dewan Guru Sekolah Dasar Negeri 02 Dompu melakukan rapat pembuntukan panitia Penerimaan Siswa Baru ( PSB ) senin, (5/6) lalu.
SD Negeri 02 Dompu yang dipimpin oleh Nurdin, S.Pd. SD memajukan jadwal pendaftaran mulai tanggal 12 sampai 24 Juni 2017. Yang sebenarnya tanggal 2 sampai 15 juli 2017 berdasarkan aturan kalender pendidikan. Calon siswa yang diterima diwajibkan memenuhi syarat yakni harus sudah berusia minimal 6 tahun. Selain itu, calon siswa juga diwajibkan membayar biaya sebesar Rp.585.000,- bagi calon siswi dan Rp. 485.000,- bagi calon siswa. 
Kepala Sekolah Nurdin, S.Pd. SD saat dikonfirmasi oleh wartawan Koran Kampung Media Dompu usai kegiatan rapat itu berharap proses PSB ini dapat berjalan tertib dan lancar, “semoga pendaftaran itu bisa berjalan dengan lancar, tertib dan aman”, harapnya.
 Lebih jauh Nurdin, S.Pd. SD menguraikan sekolahnya sudah siap untuk menerima sebanyak 3 kelas dengan jumlah siswa masing-masing 30 anak per kelasnya. Dirinya memberikan apresiasi atas kekompakan para dewan guru yang sudah mengatur kegiatan penerimaan pesrta didik baru ini agar berjalan aman dan lancar. “rencana kita itu terima tiga kelas, perkelas itu 30 jadi jumlahnya 90 siswa, dan mudah - mudahan kerja sama kita itu bisa berjalan dengan baik, bisa kita pupuk supaya rasa kebersamaan kita itu lebih maju selangkah lagi daripada sebelumnya”, terangnya. [poris]
KM Bali 1, Dompu - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Dompu tahun 2018 mempunyai rencana kerja untuk masyarakat, baik masyarakat umum maupun Sekolah,  adapun rencana program Kegiatannya antara lain peningkatan pengembangan sistim kinerja dan keuangan, program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan, penyususnan laporan pencapaian dan realisasi kerja SKPD, penyelengaraan lomba sayembara dan festifal gerakan Dompu membaca, publikasi dan sosialisasi budaya baca, penyediaan bahan pustaka perpustakaan umum, superfisi pembinaan dan simulasi pada percepatan umum perpustakaan Desa, Perpustakaan Sekolah dan perpustakaan Masyarakat.
Dinas perpustakaan merencanakan akan mengembangkan program - program yang sedang berjalan saat ini mulai dari bulan Januari sampai bulan Desember 2017. Tahun 2018 mendatang, akan lebih condong di bagian Pembinaan yang berkaitan dengan Monitoring dan evaluasi terhadap perpustakaan binaan dan rencananya akan dilakukan setiap bulan sekali.
Kegiatan tersebut akan diadakan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan itu sendiri juga akan turun langsung di tiap - tiap perpustakaan baik di Perpustakaan Desa, perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Rumah Ibadah maupun di Perpustakaan Komunitas.
Bunyamin, SP selaku Kabid Pengembangan, Pengolalaan dan Deposit saat ditemui oleh Wartawan Koran Kampung Media di Ruang Kerjanya Senin (12/6) baru-baru ini mempunyai harapan untuk Masyarakat pada umumnya agar bisa mengenal tentang program Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dompu.
“Bagaimana Masyarakat Dompu ini bisa mengenal perpustakaan Daerah ini, bisa mengenal secara umum oleh masyarakat, kami inginkan perpustakaan itu tidak dianggap sebelah mata oleh Masyarakat”, Harapnya.

Lebih jauh Bunyamin, SP sangat mengarap terhadap Pemerintah, lebih Khusunya terhadap Pemerintah Kabupaten Dompu yang menurutnya belum stabil atau maksimal dalam mengalokasikan  anggaran dan biaya kegiatan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah ini, “Dana untuk kegiatan Perpustakaan ini masih belum bisa diharapkan oleh kita semua, karena pemerintah di atas belum begitu peduli terhadap Perpustakaan ini,  kalau bisa ditingkatkan lagi anggaran itu agar bisa mencapai kebutuhan kegiatan dan program ini”, Ungkapnya [poris]
KM Bali 1, Dompu - Pemadam Kebakaran (Damkar) yang merupakan bagian pasukan yang perpatama untuk melindungi Masyarakat pada saat ada kejadian tidak terduga seperti kebakaran, membawa air bersih di tiap - tiap masyarakat yang membutuhkan dan selalu siap siaga.
Namun sayangnya Operasi pasukan yang sangat dibutuhkan keberadaanya oleh masyarakat ini dikhawatirkan terhambat. Bagaimana tidak, salah satu Mobil operasi Damkar kini mendekam dalam sebuah bengkel karena rusak. Menurut keterangan Nanang pemilik bengkel tempat mobil Damkar itu diperbaiki, dirinya sengaja menunda perbaikan mobil Pemadam kebakaran itu karena belum adanya kejelasan biaya dari pihak instansi terkait yakni Pol PP.
Dikatakan Nanang, Mobil Damkar itu sudah berada di Bengkelnya sejak Rabu 11 mei lalu. “mesinnya sudah kami bongkar, namun setelah dikonfirmasi terkait kejelasan biaya perbaikannya, mereka (Pol PP_red) belum memberikan jawaban sehingga perbaikannya kami sengaja tunda dulu”, kata Nanang saat ditemui Wartawan Koran ini pekan lalu.
Dijelaskannya, setelah dikalkulasi, biaya perbaikan untuk mengganti suku cadang dan ongkos lainnya diperkirakan akan menelan anggaran sekitar 20 Juta Rupiah. Dengan ditundanya perbaikan mobil ini, Nanang mengaku rugi karena dirinya tidak dapat melakukan perbaikan pada mobil dari pelanggannya yang lain karena tempat parkir mobil di bengkelnya yang relative sempit itu sudah digunakan oleh Mobil damkar Pemda Dompu.
Nanang berharap instansi terkait dapat secepatnya bertindak. Pihaknya tidak ingin dipersalahkan apabila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada mobil tersebut akibat keterlambatan Pemerintah daerah menanggulangi biaya perbaikan Mobil Damkar itu. “kalau terlalu lama di bengkel begini, makan tempat, mana capek jaganya dan resikonya berat, apa lagi alat - alatnya sudah berantakan begini”, Kata Nanang.
Kepala Bidang Damkar M. Zain, Sos. Saat dikonfirmasi via Telepon Selulernya menyampaikan bahwa tidak bisa berbuat apa -  apa tentang adanya persolan ini. Zain mengatakan, biaya operasional pertahun untuk Damkar ini adalah senilai 500 Juta Rupiah. Berdasarkan Rencana Penggunaan Uang (RPU) lanjut Zain biaya operasional tersebut seharusnya dapat dicairkan sedikitnya 70 Juta rupiah per tiga bulannya. Namun sayangnya, Zainal mengungkapkan bahwa sejak bulan Januari hingga bulan Juni 2017 ini pihaknya baru menerima pencairan dari total anggaran operasional tersebut hanya senilai 10 Juta rupiah. “tapi uang tersebut sudah habis digunakan untuk perbaikan 2 Mobil Damkar lainnya serta operasional seperti biaya bahan bakar, mengganti pelumas mesin dan sebagainya”, Jelas M. Zain.
Sementara itu, pernyataan berbeda dilontarkan Abdul Khalik Sekretaris Sat Pol PP saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu di ruuang kerjanya. Dirinya mengungkapkan anggaran operasional Damkar sudah digunakan untuk membiayai pos kegiatan lain termasuk didalamnya Kegiatan saat perayaan Hut Dompu, Hut Sat Pol PP dan kegiatan Dinas di kecamatan Pekat. “apa harus saya pake dulu uang pribadi, jelas pake uang operasional itu”, Jelasnya.
Terkait pembiayaan Operasional Damkar ini, Pejabat di Sat Pol PP terkesan saling menyalahkan. Abdul Khalik menilai Kabid Damkar tidak transparan dalam membelanjakan anggaran operasional Damkar. Bahkan Khalik menyebutkan bahwa dirinya sudah menyerahkan anggaran operasional Damkar yang apabila ditotal dapat mencapai Puluhan Juta rupiah,  “khusus mereka sudah saya bayar puluhan juta, maunya mereka itu umpama Rp. 50 juta sekaligus keluar, nggak bisa pak, saya harus rem sedikit, saya bilang kasihkan Nota dan barang bukti belanjanya apa saja, kalau tidak dibayar kasih tau saya, saya ngomong begitu. apa saja barang yang rusak itu, tunjukan, mana bukti belanjanya” Terangnya. [poris/syahrul]
KM Bali 1 Dompu - Kepala Desa (Kades) Jambu Syarifudin Ahmad Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu menolak kedatang beras miskin (Raskin) dari Bulog karna sudah tidak layak untuk dikonsumsi karena sudah berjamur pada Selasa, 30/5/17 pekan lalu.
 Di Desa tersebut penolakan distribusi Raskin dari Bulog itu merupakan yang kedua kalinya. Penolakan pertama terjadi pada bulan April tahun 2015 lalu, Dengan adanya kejadian tersebut kades langsung memerintahkan dua orang stafnya untuk melakukan konfirmasi terhadap Bulog dan meminta beras yang dinilai tidak layak itu segera diganti.
“Bulog tidak boleh seenaknya memberi beras yang tidak layak kepada masyarakat ini kan bantuan pemerintah”, tandasnya saat dikofirmasi oleh Wartawa Koran Kampung Media Dompu Via Telepon Selulernya.
 Lebih jauh Syarifudin menyampaikan apabila sampai terulangi kembali hal - hal seperti itu lagi, maka pihaknya akan bertindak tegas, “kalau memang Bulog 3 kali sudah melakukan hal – hal demikian kita bubarkan aja Bulog itu, biar saya beli langsung berasnya tuh di penampungan lain”, tegasnya 
Dengan adanya kejadian tersebut tindak lanjut dari pihak Bulog sendiri saat didatangi oleh awak media pekan lalu berkilah tentang stok beras yang disalurkan adalah stok beras yang digiling setahun yang lalu (2016). “dari pemerintah pusat memang dari proses turunnya SPA itu bulan mei baru melaksanakan raskin, beras itu hasil giling dari gabah tahun 2016, pengadaan beras baru akan dilakukan setelah stok lama kita habis di gudang, baru kita giling lagi sebagai beras pres untuk penyaluran berikunya”, terang irfan selaku kepala Gudang. 

Saat ditanya terkait kelalaian petugas pengecek stok beras yang akan didistribusikan, Irfan beralasan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan namun pihaknya mengaku tidak melakukan pengecekan pada semua stok. Pihaknya hanya melakukan secara acak agar tidak memakan waktu lama sehingga menunda distribusi ke masyarakat. “kita cek satu - satu memakan waktu, sedangkan barang yang kita salurkan satu trek itu bisa mencapai 960 karung, bukannya tidak mau melakukan pengecekan, tetapi secara prakteknya bisa - bisa beras itu lama nyampainya ke masyarakat”, terangnya. [poris/syahrul]


KM Bali 1, Dompu-Dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke 71 sejumlah warga Kelurahan Kandai Satu Kecamatan Dompu berinisiatif menggelar lomba. Kegiatan inisiatif warga ini mendapatkan respon antusias dari warga setempat karena kegiatan tersebut hanya digelar setahun sekali.
Kejuaraan yang diperlombakan pun terkesan cukup unik yakni Lomba tangkap ikan di sungai dan lomba makan krupuk. Lomba makan krupuk ini pun tidak dilakukan seperti biasa tetapi dilakukan ditengah sungai. Jadi selain diwajibkan untuk menghabiskan krupuknya, peserta juga harus mengatur keseimbangan karena melawan arus sungai yang cukup deras. Pada lomba ini yang boleh mengikutinya hanya anak-anak yang berusia 7 hingga 8 tahun saja.
M. Gafir selaku ketua panitia penyelenggara lomba unik tersebut menjelaskan lomba tangkap ikan langsung disungai ini diikuti oleh banyak warga. Aturannya peserta hanya boleh menggunakan tangan kosong tanpa bantuan peralatan apapun. Selain itu peserta di bagi dalam beberapa group. “masing-masing group terdiri dari 3 orang warga. Peserta yang paling banyak mendapatkan ikan hasil tangkapan, akan keluar sebagai pemenangnya”, jelas Gafir yang biasa dipanggil Flow.
Lebih lanjut M. Gafir mengatakan lomba ini selain untuk memeriahkan Hut RI juga untuk menghibur warga masyarakat kampung setempat dari kejenuhan aktifitas pekerjaan dan rutinitas sehari-hari.
Menurut pantauan langsung KM Bali 1, Lomba tersebut tidak hanya oleh ratusan warga setempat tetapi juga warga disekitar kampung tersebut juga ikut memerihakan lomba. Malah ada pula yang ingin ikut menjadi pesertanya.[Poris]
Diberdayakan oleh Blogger.
| Copyright © 2013 KAMPUNG MEDIA BALI 1-DOMPU